Sejarah Munculnya SMA Komplek Surabaya
Dapet artikel dari https://www.goodnewsfromindonesia.id/2026/07/19/sma-komplek-surabaya-satu-kompleks-berisi-empat-sekolah-seabad-lebih-sejarah, bagus nih buat pengetahuan kita semua sebagai alumni sana.
Asal Mula SMA Komplek Surabaya: Satu Kompleks Empat Sekolah Sudah Berumur Seabad Lebih
Satu Komplek Empat Sekolah.. Gak kebayang piye cara ngatur pake sistem zonasi pendidikan sekarang, mungkin yang kini bergerak di dunia pendidikan bisa jelaskan di kolom komentar nggih 🙏
SMA Komplek Awalnya Bukan di Wijaya Kusuma 😮
Menurut riset Indra Cipta Jaya dan Gayung Kasuma dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga yang dikutip detikJatim, Hoogere Burgerschool (HBS) pertama kali didirikan pada 1875.
Pada periode kolonial hingga pasca-kemerdekaan, HBS di Surabaya pernah menempati 3 lokasi. Yang pertama tahun 1875-1881 di Jalan Baliwerti. Kemudian tahun 1881-1923 berada di Regentstraat atau Jalan Kadipaten sekarang namanya Jalan Kebonrojo. Serta yang terakhir tahun 1923-1950 yaitu di HBS Straat kawasan Ketabang sekarang jadi Jalan Wijaya Kusuma.
Loalah ternyata Gedung ex-Pos Indonesia, tetangga-an sama almamater ku, Salman karo Porman ~SMPN 2 hehe 😆
Perpindahan ini didorong dua alasan. Pertama, karena kawasan Kebon Rojo yang makin ramai dan padat. Kedua, perluasan Kota Surabaya yang dilakukan oleh pemerintah kota sejak 1906 hingga 1940, sehingga permukiman baru dibuka ke arah selatan, ke kawasan Ketabang.
Gedung baru di kawasan Ketabang ini dirancang arsitek Belanda J. Gerber dari BOW (Burgerlijke Openbare Werken, dinas pekerjaan umum kolonial). Bangunan itulah yang hingga sekarang masih berdiri dan dipakai sebagai sekolah.
Sekolah khusus Sinyo dan Noni, Kecuali..
HBS pada masanya adalah sekolah lanjutan tinggi pertama ~gabungan setingkat SMP dan SMA~ yang diperuntukkan bagi warga negara Belanda, Eropa, dan kalangan elite pribumi. Murid pribumi memang ada, tapi terbatas pada anak-anak pembesar dan pejabat.
Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, adalah salah satu lulusannya. Namun Soekarno bersekolah di HBS Kebon Rojo, bukan di gedung Wijaya Kusuma yang sekarang jadi SMA Komplek, karena saat itu HBS belum pindah.
Soekarno mengenyam pendidikan di HBS Kebon Rojo sekitar 1915/1916 hingga 1920/1921. Ia bisa diterima berkat bantuan HOS Tjokroaminoto, tokoh pergerakan nasional yang juga kawan dekat ayah Soekarno, Soekemi Sosrodiharjo. Oalah, ternyata Pak Karno sekolahnya bukan di gedung sekarang, tapi di bekas e Kantor Pos Kebonrojo. Btw, HOS Tjokroaminoto itu buyut e Maya Estianti, konco ne Sotonk, Seyek dan gerombolan bedol desa dari SMPN 1 Surabaya hihi, Peace! ✌
Gedung HBS Kebon Rojo sendiri kini sudah tidak lagi menjadi sekolah. Sejak direnovasi pada 1926-1928 oleh arsitek GJPM Bolsius, bangunan itu beralih fungsi menjadi Kantor Pos Besar Kebon Rojo dan 100 tahun sejak renovasi itu telah bertransformasi menjadi restoran 10 Regentstraat Surabaya. Gak kebayang ya, dari sekolahan berubah jadi kantor pos saiki jadi resto, waktu telah merubah jaman ya!
Sebagai penanda sejarah, Wali Kota Surabaya saat itu, Tri Rismaharini, meresmikan sebuah plakat di lokasi tersebut pada 6 Juni 2011. Tulisan pada plakat itu berbunyi: "Di Sini Tempat Bersekolah Ir. Soekarno, Penggali Pancasila, Proklamator, Presiden Pertama RI, ketika Di Hogere Burger School (HBS) 1915-1920," seperti dicatat dalam Mojok.co.
Jadi Markas Pelajar Pejuang
Gedung SMA Komplek tidak hanya menyimpan sejarah pendidikan, tapi juga sejarah perjuangan. Pada masa pendudukan Jepang, gedung ini pernah dijadikan markas Rikugun, tentara Jepang. Kemudian, saat pertempuran 10 November 1945 meletus, gedung ini berubah fungsi menjadi Markas Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP).
Sebagai penanda, di halaman sekolah kini berdiri Monumen Pelajar Pejuang Bersenjata, sebuah tugu yang mencatat nama-nama pelajar pejuang bersenjata yang gugur dalam pertempuran tersebut, menurut catatan Pesona Cagar Budaya Surabaya.
Dari HBS ke Empat SMA Negeri dengan Nomor Gak Urut 😬
Pada 1 Agustus 1950, kepemimpinan sekolah diserahterimakan dari B.J. Pieters, direktur HBS terakhir, kepada Marakamil S.P., orang Indonesia asli. Sejak saat itu, sekolah selalu dipimpin oleh bangsa sendiri.
Proses pemecahan HBS menjadi empat sekolah negeri berjalan bertahap selama belasan tahun berikutnya:
Sebenarnya, SMA Negeri 1 Surabaya cikal bakalnya bukan langsung dari HBS, melainkan dari SMA Dr. Sutomo yang didirikan tokoh pendidikan Surabaya pada April 1949. Muridnya berasal dari tentara pelajar yang meninggalkan sekolah "Pertemuan Dr. Sutomo". Sekolah ini resmi dinegerikan menjadi SMA Negeri 1 Surabaya pada 1 April 1950. R. Suhardi Notodipuro menjadi kepala sekolah pertama.
Nek ndak salah Dr. Sutomo itu salah satu anggota Freemason pribumi di Surabaya, istri ne pun wong londo sisan, CMIIW 😎
Kemudian, SMA Negeri 2 Surabaya resmi berdiri sebagai sekolah negeri pada 1 Agustus 1950, langsung menempati bekas gedung HBS.
Selanjutnya, SMA Negeri 5 Surabaya lahir dari pemisahan SMAN 2 bagian B berdasarkan SK Menteri PP&K Nomor 6738/B III tertanggal 18 Desember 1956, dan mulai beroperasi pada 1 Agustus 1957. Sekolah ini sempat berbagi gedung dengan SMAN 1 dan SMAN 2 sebelum akhirnya pindah ke Jalan Kusuma Bangsa 21 pada era kepemimpinan Soehartojo (1983-1989).
SMA Negeri 9 Surabaya berdiri belakangan, mulai beroperasi 1 Februari 1967 di lokasi yang sama, Jalan Wijaya Kusuma 48.
Pembagian jurusan pun sempat berubah-ubah. SMA 1 dan SMA 2 pernah bertukar jurusan pada tahun ajaran 1954/1955. SMA 1 menyerahkan jurusan sosial budaya (bagian B) ke SMA 2, sementara SMA 2 memberikan jurusan bahasa (bagian A) ke SMA 1. Sistem penjurusan lama itu akhirnya dihapus mulai tahun ajaran 1964/1965, dan sejak itu SMA 1 resmi menjadi SMA Negeri 1 Surabaya tanpa embel-embel jurusan.
Komentar